Diduga “Murid Siluman” Bergentayangan di PKBM Sukatani

by -36 Views

Cianjur,-Pajajaranpost.com,-Berdasarkan UU NO 20 Tahun  2023 pasal 1 butir 10 yang menyatakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) sebagai salah satu pendidikan non formal atau sebagai wadah kegiatan pembelajaraan masyarakat yang di arahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakan di bidang sosial ekonomi dan budaya.

Tujuan PKBM adalah memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan mengembangkan diri supaya bisa bekerja untuk mencari nafkah.

Saat di konfirmasi awak Media ke salah satu PKBM Sukatani, Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat (08/02/2024 ) lalu bertemu dengan
Kepala Sekolah yang bernama Asep Maulana Yusup Ibrahim. Dirinya menjelaskan terkait siswa warga belajar (WB) ada 86 orang siswa namun dengan kepolosannya Asep tidak tahu bahwa di Dapodik dia di cantumkan sebagai Kepala Sekolah dan Asep karena ketidak tahuan dan kepolosannya wawancara yang di lakukan ke awak Media ,dia melimpahkan ke operator Andi Suparyadi, sewaktu di konfirmasi melalaui selular, keterangan dari kedua belah pihak sangat jauh berbeda.Asep menjelaskan bahwa siswa PKBM Sukatani jumlahnya 86 orang wajib belajar, sedangkan Andi Suparyadi operator menjelaskan 292 orang dan 82 orang yang tidak masuk BSOP. Jadi jumlah menjadi 374 orang wajib belajar, terang Andi.

 

Menurut pandangan kami selaku awak Media berdasarkan UU Republik Indonesia NO 14 Tahun 2008 dan PP Republik indonesia NO 61 Tahun 2010 tentang keterbukaan informasi publik bahwa setiap PKBM atau sekolah non formal yang melaporkan ke Kemendikbud maka bisa di cek data tersebut.

Di tempat lain kami minta tanggapan kepada Sekjen LPI TIPIKOR , A. Dani di ruangannya dengan lantang dan tegas ia berkomentar PKBM Sukatani yang di bawah naungan Asep Maulana Yusup Ibrahim perlu adanya tindakan dari aparat penegak hukum (APH ) baik Tipikor, Polres, Kejaksaan, Kapolda Kejati untuk memanggilnya supaya di lakukan penyelidikan karena sangat jelas bahwa antara Kepala Sekolah dan operator di duga telah melakukan  mark’up jumlah siswa.

HG/WG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.