Kegiatan ini semakin istimewa dengan hadirnya Hamzah, seorang da’i cilik asal Gaza, Palestina, yang datang dalam rangka Safari Dakwah dan Kemanusiaan. Kehadirannya menjadi momen berharga bagi para siswa untuk lebih mengenal kondisi Palestina sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap sesama.
Rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi yang digelar di sekolah tersebut meliputi shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian Islam, serta pembahasan nilai-nilai kebaikan seperti Kanyah, Poe Ibu, dan Ihsan.

Karena kegiatan dimulai cukup pagi, Hamzah yang baru tiba terlihat masih sedikit mengantuk. Namun ketika melihat banyaknya siswa-siswi yang telah menunggu dengan penuh antusias, serta sambutan hangat dari kepala sekolah, semangatnya pun kembali bangkit.
Acara kemudian dimulai dengan sesi berbagi cerita dari Hamzah, yang dipandu oleh Ustadz Salman selaku penterjemah. Dengan gaya yang riang dan ceria, Hamzah menyampaikan kisah singkat tentang kehidupan di Palestina. Meski matahari mulai terasa terik menyengat, semangat para peserta tidak surut.
Suasana semakin menggetarkan ketika para siswa bersama-sama meneriakkan takbir, “Free Free Palestine!”, serta “Birru biddam, Nahdi laka Ya Aqsa!” yang menggema di lingkungan sekolah dan membuat banyak peserta merasakan haru dan merinding.
Sebagai bentuk penghargaan dan persahabatan, dilakukan penyerahan souvenir dari Alquds Volunteer Indonesia, dilanjutkan dengan pengalungan simbolis oleh Hamzah kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Ciseeng.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang berlangsung meriah. Para siswa sangat antusias ingin berfoto lebih dekat dengan Hamzah. Namun dengan penuh adab, Hamzah memilih tidak berfoto dekat dengan siswi, dan tetap menjaga interaksi secara terpisah bersama para guru dan siswa.
Safari dakwah ini diharapkan dapat menumbuhkan empati, kepedulian kemanusiaan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan generasi muda, khususnya dalam memahami perjuangan dan kondisi saudara-saudara mereka di Palestina.(Red)






