
Bogor – pajajaranpost.com- Tim patroli operasi gabungan berhasil menutup lubang-lubang dan gubuk yang di duga milik pelaku para penambang PETI ilegal di kawasan IUP PT Antam TBK Pongkor dan TNGHS ( Taman Nasional Gunung Halimun Salak ). Kamis (26/2/2026).
Kegiatan operasi patroli gabungan tersebut di pimpin oleh Kapolsek Nanggung dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan melibatkan sebanyak 87 personil tim operasi patroli gabungan dari berbagai unsur baik dari TNI/Polri dan Forkopimcam Nanggung, di antaranya Polres Bogor, Polsek Nanggung, Pam Obvit Polda Jabar, Koramil Nanggung, Sat pol PP, POLHUT ( Polisi Hutan ), Linmas antar Desa serta Security internal PT Antam TBK Pongkor.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna mengatakan sebelumnya, pada hari pertama kegiatan operasi patroli gabungan yang melibatkan 85 personil tim gabungan berhasil menertibkan Lubang-lubang PETI tambang ilegal di Blok Cepu dan RC 12 wilayah IUP Antam dan telah di tutup kembali dengan cara di cor beton.
Selanjutnya, kegiatan operasi patroli gabungan pada hari kedua dan ketiga di Blok Butak, Ampar dan Pasir Jawa dengan melibatkan 87 personel gabungan guna mengantisipasi adanya aktivitas para penambang PETI ilegal di kawasan IUP PT Antam dengan pelaksanaan yang sama di hari pertama kegiatan. Ucapnya

Selain itu Manager CSR PT Antam TBK Pongkor Arif Rahman Saleh mengungkapkan,kegiatan patroli gabungan selama tiga hari ini adalah untuk mengantisipasi meningkatnya kegiatan PETI, supaya dalam menyambut bulan puasa ini masyarakat bisa melakukan ibadah puasa dengan tenang dan tertib. Ungkapnya
Menurutnya, data-data lengkapnya dari hasil pelaporan kegiatan operasi patroli gabungan tersebut masih kami susun, menurut laporan di lapangan sekitar kurang lebih 20 lubang-lubang PETI yang di temukan dan telah di tutup dengan di cor beton dan di garis Polisi di antara wilayah Blok Cepu, RC 12, Butak, Ampar dan Pasir Jawa yang kita lakukan kegiatan operasi patroli gabungan kali ini. Ucapnya
Mudah-mudahan setelah kita tutup dan di garis Polisi kedepannya tidak di ganggu lagi oleh mereka pelaku penambangan PETI, dan setelah pasca operasi patroli gabungan kita akan pantau lubang-lubang tersebut. kita akan mengevaluasi dan meng eskalasi perkembangannya setelah pelaksanaan kegiatan operasi patroli gabungan ini. Apakah nanti kita akan melakukan kembali kegiatan operasi patroli gabungan.
Kami menghimbau, kepada seluruh masyarakat sebisa mungkin kegiatan PETI ini segera di stop atau di hentikan karena bukan hanya merugikan orang lain tapi juga bagi pelaku PETI sendiri, jelas-jelas membahayakan bagi dirinya sendiri selain melanggar aturan hukum. Pungkasnya.(Red)
