Beranda / SEJARAH / DUA PEMUDA ANSHAR YANG MEROBOHKAN ABU JAHAL DI MEDAN BADAR

DUA PEMUDA ANSHAR YANG MEROBOHKAN ABU JAHAL DI MEDAN BADAR

 

pajajaranpost.com- Dalam Perang Badar, ada satu nama yang begitu ditakuti sekaligus dibenci oleh kaum Muslimin, yaitu Abu Jahal. Dialah tokoh Quraisy yang paling keras memusuhi Rasulullah ﷺ, penggerak utama penindasan terhadap kaum beriman di Makkah, dan sosok yang tak pernah berhenti menyakiti Nabi. Namun Allah menakdirkan akhir hidupnya bukan di tangan panglima besar, melainkan diawali oleh serangan dua pemuda Anshar yang masih belia, tetapi imannya menyala lebih terang daripada pedang di tangan mereka.

Sebelum pertempuran berkecamuk, dua remaja itu mendekati Abdurrahman bin Auf di tengah barisan kaum Muslimin. Mereka adalah Muadz bin Amr bin Al-Jamuh dan Muadz bin Afra. Dengan penuh keyakinan, mereka bertanya tentang keberadaan Abu Jahal. Mereka berkata bahwa mereka mendengar ia sering menyakiti Rasulullah ﷺ, dan demi Allah, jika mereka melihatnya, mereka tidak akan membiarkannya hidup sampai salah satu dari mereka gugur. Kalimat itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan sumpah yang lahir dari kecintaan mendalam kepada Nabi dan agama ini.

Ketika perang memuncak dan debu beterbangan di medan Badar, keduanya akhirnya melihat Abu Jahal berada di tengah pasukan Quraisy. Tanpa ragu dan tanpa gentar, mereka menerjangnya. Muadz bin Amr menebas kaki Abu Jahal hingga tersungkur, lalu Muadz bin Afra menghantamnya hingga roboh tak berdaya. Namun serangan itu harus dibayar mahal. Muadz bin Amr terluka parah hingga tangannya hampir terputus, sedangkan Muadz bin Afra gugur sebagai syahid di medan yang mulia. Adapun Abu Jahal terkapar dalam keadaan sekarat, tetapi belum benar-benar mati.

Tidak lama kemudian, datanglah seorang sahabat yang dahulu pernah merasakan pahitnya siksaan Abu Jahal di Makkah, yaitu Abdullah bin Masud. Ia menemukan Abu Jahal terbaring lemah, namun bahkan dalam keadaan demikian, kesombongan masih tersisa di lisannya. Akan tetapi, hari itu bukan lagi milik kesombongan. Abdullah bin Mas’ud pun mengakhiri hidupnya, sehingga runtuhlah salah satu musuh terbesar Islam di medan Badar. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Allah dapat memenangkan agama-Nya melalui siapa saja yang Dia kehendaki, bahkan melalui dua pemuda yang mungkin tak dikenal luas, tetapi keberanian dan keikhlasannya diabadikan dalam sejarah.

Ya Allah, tanamkan dalam hati kami iman yang kokoh seperti iman para sahabat-Mu. Anugerahkan kepada kami keberanian untuk membela kebenaran, keikhlasan dalam setiap amal, dan akhir kehidupan yang husnul khatimah. Jadikan kami termasuk orang-orang yang Engkau muliakan di dunia dan akhirat bersama Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Aamiin.

#PerangBadar
#SahabatNabi
#KisahTeladan
#SejarahIslam
#PemudaBeriman
#CintaRasul
#AbuJahal
#AbdullahBinMasud
#InspirasiIslam
#DakwahIslam

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *