BOGOR – Pajajaranpost.com- Nasib pilu dialami warga Kampung Jogjogan RT 03/01, Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor bernama Nurmilla Rahmawati. Atap rumahnya yang sudah rapuh dan roboh dibiarkan selama lebih dari empat bulan tanpa kejelasan bantuan.
Pemilik rumah mengaku bingung harus mengadu kemana. Sebelumnya ia telah melaporkan kondisi rumahnya kepada Ketua BPD dan Kepala Desa (Kades) setempat.
Namun jawaban yang didapat belum memuaskan.
“Saya sudah lapor ke Ketua BPD, ke Pa Kades dulu. Tapi respon Pa Kades harus bersabar menunggu dulu belum ada anggaran desa untuk bantuan rumah,” ujar Nurmilla Rahmawati .

Padahal kondisi rumah sudah sangat membahayakan. Kayu-kayu penyangga atap terlihat lapuk dan rapuh. Bagian atap yang jebol hanya ditutup terpal biru yang diberi oleh BPBD pun sudah sobek dan tidak kuat menahan air hujan.
terlihat saat hujan turun, air mengucur deras dari terpal ke dalam rumah hingga membasahi lantai keramik. Plafon kamar berwarna pink juga sudah jebol.
“Entahlah saya juga bingung mau ngadu ke siapa. Sudah empat bulan ini tidak ada realisasi. Apakah saya layak dapat bantuan begitu Bapak Dewan? Kalau saya punya, tidak akan meminta bantuan dari pemerintah, sudah saya bangun sendiri. Terpalnya sudah nggak kuat, ini memang bangunannya kayu-kayunya sudah rapuh,” keluhnya Nurmilla.





