Beranda / KABUPATEN BOGOR / Jalan Cihelang Rusak Parah, Warga “Sulap” Lubang Jadi Kebun Pisang !

Jalan Cihelang Rusak Parah, Warga “Sulap” Lubang Jadi Kebun Pisang !

 

Bogor – pajajaranpost.com|| Kecewa karena jalan rusak bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki, warga Desa Dago, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor melakukan aksi protes yang mencuri perhatian.

Sepanjang ruas Jalan Cihelang kini berubah pemandangan, bukan lagi aspal mulus, melainkan barisan pohon pisang yang tertanam rapi di tengah jalan.

Aksi ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan.

Kerusakan parah, Jalan Cihelang yang merupakan akses vital warga Desa Dago dipenuhi lubang dalam yang menyerupai kubangan kerbau saat hujan.

Rawan kecelakaan, sering terjadi pengendara motor terjatuh, terutama saat malam hari karena minimnya penerangan dan kondisi jalan yang hancur apalagi sekarang cuaca ekstrim.

Saat musim kemarau, warga harus “menelan” debu pekat akibat aktivitas truk tambang yang melintas, mengganggu kesehatan pernapasan.

Akses ekonomi terhambat: Kerusakan jalan membuat biaya transportasi warga membengkak dan waktu tempuh menjadi jauh lebih lama ekonomi warga terhambat.

Warga menuntut Pemerintah Kabupaten Bogor dan pihak terkait untuk segera melakukan betonisasi atau pengaspalan permanen (bukan sekadar tambal sulam). Mengatur jadwal operasional truk tambang agar tidak merusak jalan kabupaten. Memberikan kepastian kapan anggaran perbaikan jalan akan diturunkan.

Warga mengatakan “Kami sudah bosan hanya diberi janji. Kalau jalan ini tidak dianggap jalan oleh pemerintah, ya sudah kami jadikan kebun pisang saja sekalian. Siapa tahu hasilnya bisa kami panen,” ujar warga kepada awak Media, Senin, (6/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, pohon-pohon pisang tersebut masih berdiri tegak di tengah jalan sebagai pengingat bagi para pemangku kebijakan. Arus lalu lintas, terutama kendaraan roda empat, menjadi terhambat. Warga mengancam akan terus melakukan aksi serupa atau bahkan memblokade jalan total jika tidak ada respon nyata dari pihak Desa maupun Kecamatan.(*/Red-Dedi).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *